Posts Mentioning RSS Toggle Comment Threads | Tombol Pintas

  • Desy Ariyanti 13:17 on 28 October 2008 Permalink | Balas  

    aq bs bersanding dengannya sa’at wisuda 

    d

    d

    Mas TQ yach dah di kelarin study, met menempuh dunia kerja hehe… D cuma bisa do’ain moga Mas Selalu dapet yang terbaik. Akhirnya D ga punya Hutang sama Ortu Mas… dah ga punya beban huahahaa……

    hai semua… Mas aq dah kelar loch kuliahnya… TQ yach do’a dan supportnya special yance & wife, n konco” di UNJ fis’01 yg ga mo sebutin namanya… coz nanti pada minta Traktiran ciy,,,,

     
  • Desy Ariyanti 13:10 on 28 October 2008 Permalink | Balas  

    Allahu Akbar 

     

    Alhamdulillah…

    Segala puji dan syukur aq panjatkan hanya bagi-Mu Allah SWT. Syukur Alhamdulillah akhirnya JP q bisa lulus dan meraih gelar Ssi nya. Setalah selama kurang lebih 7 tahun menimba ilmu di UNJ, suka n duka yg selama ini juga aq lewati bersamanya terasa tak sia-sia. Tangis haru mewarnai hatiku sa’at pelantikan wisudamu… haru n  bahagia yang kurasakan… tak kan pernah ternilai dengan apa pun..

    Untuk mu Mas Q sayang, ku rangkaikan do’a semoga Mas selalu bisa mendapatkan yang terbaik… Amien

    TQ mas dah menyelesaikan studimu dengan baik

    I LOVE U MAS

     
  • Desy Ariyanti 10:39 on 9 October 2008 Permalink | Balas  

    Jadilah Seperti Lebah 


    Mas Q

    Mas Q

    Rasulullah saw. bersabda,
    “Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih,
    mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan
    tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya) .”
    (Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

    Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul.
    Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan
    dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun
    dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban
    akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah
    dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw.,
    Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat
    bagi manusia lain.”

    Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera
    membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan
    menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang
    ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya
    menjadi bahagia dan sejahtera.

    Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw.
    dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru
    sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri
    memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan,
    “Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: ‘Buatlah
    sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat
    yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam)
    buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan
    (bagimu).’ Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang
    bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang
    menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu
    benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang
    memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)

    Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang
    seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

    Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.

    Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda
    dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah,
    kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan
    mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih
    lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

    Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:

    “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat
    di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena
    sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.”
    (Al-Baqarah: 168)

    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang
    (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada
    di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan
    melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan
    bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala
    yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-
    belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman
    kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
    terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-
    orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

    Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan
    sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan
    wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil
    perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).

    Mengeluarkan yang bersih.

    Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai
    khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya
    madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan,
    bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu
    yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu
    yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!

    Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan.
    “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu,
    sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu
    mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

    Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat
    di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab,
    perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah
    kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu
    rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau
    kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

    Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari
    prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata
    kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain
    melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak
    manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu,
    dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

    Tidak pernah merusak

    Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah
    tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi.
    Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan
    dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu
    melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan
    cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah
    dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan
    cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat
    korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan
    mengajukan koruptor ke pengadilan.

    Bekerja keras

    Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya
    (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk
    telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva,
    dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya
    penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan
    umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai
    (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan)
    yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)

    Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi
    dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang
    banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali
    yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan”
    dalam upaya penegakkan keadilan.

    Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

    Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri.
    Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai
    tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu,
    mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya.
    Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan
    feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu
    untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya
    agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman.
    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya
    dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan
    yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)

    Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

    Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya
    manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan
    “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya
    di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari.
    Tapi jika ada, tidak lari.

    Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman.
    Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil
    itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl.

     
  • Desy Ariyanti 10:29 on 9 October 2008 Permalink | Balas  

    Diet Golongan Darah B 

    ~_~

    ~_~

    GOLONGAN DARAH B

    Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.

    Tingkah Laku : Adaptasi & analitika

    Masalah yang dihadapi : Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.

    Diet : Susu & produk susu

    Sangat Bermanfaat (makanan yang beraksi sebagai obat)
    Ikan laut, susu sapi, keju, buburgandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau, Daging (kambing, domba, kelinci, rusa)

    Netral (makanan yang beraksi sebagai makanan)
    Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging (sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

    Hindari (makanan yang beraksi sebagai racun)
    Daging (bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur (bebek, angsa, puyuh), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol.

     
    • bimaconcept 00:25 on 10 Oktober 2008 Permalink | Balas

      mohon maaf lahir batin ya…

      hehe, sori yan, ucapannya telat…, btw, emang siapa sih yang mw diet?

c
Tulis postingan baru
j
tulisan berikutnya/komentar berikutnya
k
tulisan sebelumnya/komentar sebelumnya
r
balas
e
sunting
o
tampilkan/sembunyikan komentar
t
ke atas
l
masuk ke log
h
show/hide help
esc
batal